Ditanya Reshuffle Kabinet, JK Ngakak

Jusuf Kalla, Wakil Presiden RI
JAKARTA - Ditanya Reshuffle Kabinet, JK Ngakak. Wakil Presiden Jusuf Kalla tak ambil pusing dengan pernyataan Menko Maritim Rizal Ramli pekan lalu yang mengatakan, akan ada reshuffle Kabinet Kerja akhir tahun. Pria yang akrab disapa JK itu justru hanya menanggapi pertanyaan terkait hal itu dengan tawa. “Tanya Rizal Ramli lah,” kata JK sambil tertawa lepas di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (29/11).

Setelah itu, JK memilih menjawab pertanyaan awak media lainnya dan tak mengomentari isu reshuffle itu. Sebelumnya, Rizal memang mengungkapkan, kalau reshuffle itu hampir pasti dilakukan Presiden Joko Widodo di akhir tahun ini.

Menurutnya, Jokowi ingin ada penyegaran di Kabinet Kerja. Jika itu terjadi, maka ini menjadi perombakan kabinet jilid II. “Pak Jokowi akan memilih orang-orangnya di bidang hukum dan ekonomi. Kemungkinan sebelum akhir tahun ada reshuffle jilid dua,” ujar Rizal.

Sementara itu hingga akhir November 2015 ini, Presiden Joko Widodo, belum memberikan tanda-tanda bakal merombak kabinetnya. Mantan Komisioner Komisi Kejaksaan Kaspudin Nor menilai, seharusnya presiden mau menjelaskan kepada publik apakah perlu atau tidak melakukan reshuffle.

Menurut dia, kalau menemukan hal-hal yang penting untuk melakukan reshuffle tentu harus dijelaskan ke publik. Kalau pun tidak perlu ada reshuffle, presiden harus terbuka. “Sekarang ini prinsip transparansi dan akuntabilitas harus dikedepankan,” kata Kaspudin.

Dia mengatakan, kalaupun reshuffle harus dilakukan, presiden jangan menggunakan pertimbangan kedekatan. Jokowi harus benar-benar memilih sosok yang profesional. “Karena ini demi negara, bukan demi kepentingan pribadi. Karena itu harus benar-benar memahami tentang menteri-menterinya,” ungkap Kaspudin.

Menurut dia, presiden harus punya manajerial yang bagus dan tak sembarangan memilih menteri atau pimpinan lembaga. “Akhirnya seperti begini (sekarang ini) timbul persoalan. Jadi, harus buka mata selebar-lebarnya, di negeri ini banyak orang yang layak,” ungkap Kaspudin.

Gempa Bumi Berkekuatan 5,6 Skala Richter Terjadi di Pandeglang


JAKARTA - Gempa Bumi Berkekuatan 5,6 Skala Richter Terjadi di Pandeglang, Banten. Gempa yang juga bisa dirasakan getarannya di wilayah DKI Jakarta dan Tangerang, terjadi pada Sabtu (28/11/2015) sekira pukul 21.47 WIB.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari BMKG, gempa tersebut berkekuatan 5,6 Skala Richter di Pandeglang, Banten, tepatnya di lokasi 7.32 LS-105 BT, 77 KM Tenggara di kedalaman 75 KM.


Guncangan kecil tersebut juga terasa di Jakarta Pusat, tepatnya di Gedung Highend, yang berada di Jalan Kebon Sirih.


Sebagaimana diungkapkan Rizkie dan Gunawan, salah seorang karyawan yang bekerja di lantai 3 gedung tersebut merasakan gempa selama beberapa detik.
 

"Kok goyang-goyang, ada gempa," ujarnya sebagaimana dilansir Okezone.

Senada diungkapkan warga Tangerang, Nurwelly, bahwa dirinya juga merasakan guncangan gempa di waktu yang sama.


"Aku di Tangerang, ibu ku di Pondok Kelapa merasakan gempa yang sama," katanya.

Maksud Hati Buat Sumur Bor Ternyata Lumpur yang Didapat

Lumpur yang menyembur setinggi 5 meter di Srigunung, Kecamatan Sungai Lilin, Kabupaten Musi Banyuasin.

SEKAYU – Maksud Hati Buat Sumur Bor Ternyata Lumpur yang Didapat. Adalah Sukarno, Warga Srigunung, Kecamatan Sungai Lilin, Muba, saat melakukan pengeboran tanah untuk membuat sumur bor, kemarin (28/11). Bukannya air yang di dapat tanpa diduga lumpur yang keluar. Lumpur yang menyembur dari dasar Sumur bor itu diduga akibat gas yang terkandung didalamnya hingga menyebabkan lumpur naik ke permukaan tanah.

“Saya mau membersihkan lumpur, tapi lumpur dari dalam menyembur keluar tinggi sekali,” ujarnya.

Diduga setelah bor sudah mencapai 100 meter, Sukarno istrahat, dan memasukkan selang kedalam sumur bor untuk membersihkan lumpur. Tak lama kemudian, semburan lumpur pun keluar dari dalam, sehingga mencapai ketinggian 5 meter.

Mendengar kejadian itu Kapolsek Sungai Lilin, bersama Camat Sungai Lilin, ke tempat semburan lumpur. Dan pihak kepolisian langsung memasang garis polisi.

“Ketika mendengar ada semburan lumpur, kita langsung ke TKP, dan memasang police line (garis polisi), serta melakukan evakuasi. Karena tempat semburan tersebut tidak jauh dari pemukiman warga, dan sekitar 50 meter dari jalan, kita langsung mengamankan area,” kata Kapolsek Sungai Lilin AKP Lesmana.

Senada dikatakan Camat Sungai Lilin A Toyibir, kalau pihaknya sudah melakukan evakuasi, dan meminta warga sekitar agar tidak mendekati area tersebut. “Kita sudah meminta kepada warga, serta meminta kades setempat, agar terus memantau serta melarang warga mendekati area. Apalagi merokok di dekat area tersebut. Karena kita belum tahu, apakah ada kandungan gasnya atau tidak,” ujarnya.

Ditambahkan mantan Camat Lawang Wetan ini, bahwa pihaknya telah bekoordinasi dengan pihak Pertamina, yang mana telah melihat lokasi semburan lumpur tersebut. “Ya, pihak pertamina masih menunggu 1 x 24 jam, apakah semburan lumpur tersebut berhenti atau tidak. Karena menurut info, dari pagi saat lumpur itu menyembur, sampai sore ini, masih menyembur. Dan kita sudah meminta kades memantaunya,” pungkasnya.

Simalakama, Warga Harus Berhadapan dengan Debu dan Lumpur


Ruas Jalinsum Lahat-Muaraenim selalu dipenuhi lumpur dan debu.

LAHAT - Simalakama, Warga Harus Berhadapan dengan Debu dan Lumpur. Demikianlah gambaran warga yang bermukim di sepanjang ruas Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Lahat-Muaraenim, atau Kecamatan Merapi Barat dan Timur, benar-benar dihadapkan dengan buah simalakama.

Bagaimana tidak, saat musim panas, warga harus berhadapan dengan debu. Sedangkan musim penghujan debu berubah menjadi lumpur. Keadaan ini bukan tanpa sebab, aktifitas armada batubara cukup tinggi menjadi sumber persoalan.

“Macam inilah keadaan kami (hujan berlumpur, kemarau berdebu),” ujar Agus (28), warga Merapi Barat.

Menurut lelaki yang memiliki usaha di wilayah Merapi Barat ini, saat musim panas, dirinya harus disibukkan dengan debu yang berterbangan dalam rumah atau tempat usahanya.

Namun, saat penghujan lumpur yang digilas kendaraan bertonase berat, juga berhamburan dimana-mana.

Ironisnya, saat musim penghujan seperti saat ini, lumpur yang menutupi badan jalan, justru menjadi ancaman bagi pengguna jalan.

Badan jalan menjadi licin, sehingga dapat menyebabkan kecelakaan, bila tidak berhati-hati. Keadaan seperti ini sudah terjadi bertahun-tahun, bahkan menjadi hal biasa ditengah masyarakat. “Lumpur paling tebal depan pintu masuk ke tambang batubara,” ungkapnya. 

Pepsi Akhirnya Benar-Benar Merilis Smarthone Pertamanya, P1s

P1s, Ponsel pertama produksi Pepsi Resmi Rilis. (Foto: Trusted Reviews)

NEW YORK – Pepsi Akhirnya Benar-Benar Merilis Smarthone Pertamanya, P1S. Menyusul rumor yang berkembang cukup kencang bulan lalu. Perusahaan asal Purchase, New York, Amerika Serikat, ini mengungkap ponsel pintar itu diberi julukan Pepsi P1s.

Setelah rumor yang berkembang cukup kencang bulan lalu, perusahaan minuman bersoda ini akhirnya benar-benar merilis smarthone pertamanya.

Seperti dilansir Science Times, mengutip Okezone.com, Senin (23/11/2015), Pepsi membekali smartphone pertamanya dengan spesifikasi yang mumpuni meski harganya cukup miring. Handset tersebut bakal mengusung layar jumbo 5,5 inci dengan resolusi 1.080p.

Di bagian kamera, perangkat ini akan membawa kamera utama 13 MP, sedangkan kamera selfie-nya 5 MP. Hebatnya, perangkat ini juga akan dilengkapi sensor sidik jari yang biasanya diusung perangkat kelas atas.

Ponsel pertama produksi Pepsi ini akan berjalan dengan sistem operasi Android 5.1 Lollipop, perangkat ini mengusung Prosesor Octa-Core Mediatek dengan RAM 2 GB dan penyimpanan internal 16 GB. Baterainya berkekuatan 3.000 mAh.

Kabarnya, perangkat ini akan diproduksi di China. Pepsi P1s bakal dilepas seharga USD110 atau Rp 1,5 jutaan, namun kemungkinan besar bisa berubah bergantung negara.

Mantan Presiden SBY akan Beri Kuliah Umum Di UIN Raden Fatah Palembang

Mantan Presiden RI SBY.
PALEMBANG - Mantan Presiden SBY akan Beri Kuliah Umum Di UIN Raden Fatah Palembang, tepatnya di Gedung Akademik Center, Rabu (25/11). Nanti SBY akan menyampaikan kuliah umum dengan tema 'Pertanian Penggerak Ekonomi Bangsa'. SBY bisa hadir di Palembang di undang 10 perguruan tinggi di Sumatera Selatan. 

“Ada 10 perguruan tinggi di Sumsel terlibat langsung dalam kuliah umum ini, terutama kampus yang memiliki jurusan pertanian dan ekonomi. Dan peserta yang akan hadir dalam kuliah umum tersebut sangat banyak yakni lebih dari 2.500 undangan dari berbagai universitas,” kata Ketua Panitia, Husyam Usman didampingi Kanwil Patani Sumsel, Ir Hj Mislihah saat jumpa pers di UIN Raden Fatah, Selasa (24/11).

Lebih Lanjut Husyam Usman mengatakan, kuliah umum ini digagas sebagai tindak lanjut dari melambatnya perekonomian khususnya sektor pangan dan pertanian. 

Sementara itu Dirut Patani, H Sarjan Taher MM mengatakan, karena keterbatasan ruang, maka bagi yang tidak bisa masuk panitia menyediakan tenda dan layar besar di depan gedung. Dikatakan Sarjan, ini merupakan kali pertama SBY bicara di Perguruan Tinggi terkait perkuliahan umum. Tujuannya, agar pertanian menjadi penggerak perekonomian Sumsel. "Apalagi Sumsel merupakan lumbung pangan," ucapnya.


Sementara itu, Rektor UIN Palembang, Prof Dr Aflatun Mukhtar mengaku bangga bisa menjadi tuan rumah dalam acara ini. Dikatakannya, sebagai negarawan, SBY merupakan tokoh multi talenta. Dirinya berharap kuliah yang disampaikannya akan memberikan inspirasi bagi bangsa. “Apalagi peralihan status IAIN menjadi UIN ini, terpenuhi saat masa kepemimpinan SBY," sebutnya.

Debat Kandidat Tiga Pasangan Calon Bupati Kabupaten Mura Berjalan Monoton

MURA - Debat kandidat tiga pasangan calon (Paslon) Bupati Kabupaten Mura, putaran terakhir, berjalan monoton. Pasalnya, beberapa kandidat tak bisa mengembangkan dan mengemas pertanyaan yang dilempar kepada kandidat lain, secara baik dan berkualias.

Bahkan ada pertanyaan yang sama dilemparkan pada saat putaran pertama dan kedua hingga putaran terakhir (ketiga). 

Seperti diungkapkan Agus, warga yang mengikuti perkembangan debat kandidat tersebut. “Kok pertanyaannya itu-itu saja, pertanyaan yang sama dilemparkan pada putaran sebelumnya,”ujar Agus. 

Senada dikatakan, mantan Komisioner KPUD Lubuklinggau, yang enggan disebutkan namanya. “Kita dengar dari luar, sudah bisa ditebak siapa yang sedang melemparkan pertanyaan dan yang menjawab,” ujarnya.

Pantauan dilokasi, moderator atau pembawa acara sebelum dimulainya debat, kandiat memberikan warning kepada tiga paslon agar mengikuti jalan debat dengan baik.
Moderator juga meingatkan agar kandidat mendengarkan pertanyaan dari kandidat lain dengan baik. Sehingga tak harus mengulang-ulang pertanyaan.

Warning yang diberikan moderator bukan tanpa alasan. Pada debat kandidat putaran sebelumnya, ada kandidat yang meminta kandidat lain sampai tiga kali mengulang pertanyaannya.

Sementara, debat kandidat yang diikuti tiga paslon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Mura periode 2016 - 2021 itu, pasangan nomor urut 1 Hj Ratna Mahmud - HM Zabur Nawawi, nomor urut 2 H Hendra Gunawan - Hj Suwarti dan pasangan nomor urut 3 H Zulkarnain - Hj Ratnawati. 

BERITA UPDATE

S I T E M A P

TERPOPULER