Jalan Poros Desa Payabesar Dibiarkan Rusak

Jalan Poros Desa Payabesar berlubang dan becek. Kerusakan ini
terkesan dibiar begitu saja selama bertahun-tahun.

Jalan Poros Desa Payabesar Dibiarkan Rusak - Jalan poros Kabupaten di Desa Payabesar Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir (OI), terkesan dibiarkan rusak.

Sebab, jalan poros yang dibangun sejak tujuh tahun silam, menghubungkan antar kota Prabumulih dan Kabupaten Muara Enim, sampai saat ini belum diperbaiki pihak terkait.   

Akibat kerusakan jalan yang mencapai panjang 300 meter dengan lebar  5 meter tersebut, menyebabkan warga kesulitan membawa hasil perkebunan seperti karet dan sawit.

Banyaknya genangan air di sekeliling jalan poros itu, dapat membahayakan pengendara yang melintas baik  roda dua maupun roda empat.

Alisamsir (30), warga sekitar menuturkan, jika jalan Payabesar Kecamatan Payaraman Kabupaten OI tersebut, sejak lebih 5 tahun lalu telah mengalami kerusakan dengan dipenuhi lubang dan kondisi jalan yang bergelombang.

Kerusakan jalan itu, lebih disebabkan seringnya kendaraan roda empat mengangkut hasil perkebunan melalui jalan poros tersebut. “Pada 2010 lalu, pernah diperbaiki oleh PT Jafa, dengan cara ditimbun batu. Namun, tak bertahan lama. Jalan poros tersebut, kembali rusak hingga saat ini,” ujarnya.

DIa berharap, Bupati terpilih  untuk lebih memberikan perhatian terhadap kerusakan jalan poros Kabupaten yang dapat menghubungkan Kota Prabumulih dengan Kabupaten Muara Enim itu.

Karena, lanjutnya, masyarakat sekitar sangat mengeluhkan kondisi jalan Payabesar Payaraman yang bertahun-tahun terkesan dibiarkan rusak tanpa ada upaya untuk perbaikan.

Berdasarkan laporan warga di lokasi, pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati. Lantaran banyaknya lubang genangan air dengan kondisi jalan yang bergelombang.

Menanggapi ini, Kadis PU Bina Marga Pemkab OI, Ir H Muhsin Abdullah mengungkapkan,  tahun mendatang perbaikan jalan kabupaten akan dilakukan secara bertahap dan  mengharapkan kepada warga untuk bersabar.

Penyakit Vertigo, Gejala dan Cara Mengatasinya

Penyakit Vertigo, Gejala dan Cara Mengatasinya - Vertigo merupakan kondisi dimana seseorang merasa dirinya atau keadaan disekitarnya berputar-putar seperti gasing. Vertigo bukan merupakan penyakit tapi gejala penyakit yang penyebabnya bermacam-macam. Penyebab vertigo bervariasi diantaranya karena Virus, tekanan darah menurun ke otak, efek dari makan obat-obatan dan penyakit Epilepsi serta beberapa kasus terkait Migrain. Kata Vertigo sendiri berasal dari bahasa Yunani Vetere yang berarti berputar seperti layaknya main gasing.

Dalam banyak kasus terjadinya Vertigo yang menjadi penyebab utama adalah terganggunya syaraf keseimbangan. Syaraf ini terletak dalam rumah siput atau koklea pada telinga. Berat badan yang tidak seimbang juga merupakan salah satu pemicu terjadinya penyakit Vertigo.

Gejalah yang bisa ditimbulkan Vertigo

Gejalah yang bisa ditimbulkan saat penyakit vertigo menyerang diantaranya pusing ketika posisi tubuh dalam keadaan duduk, berbaring dan ketika seseorang memutar kepalanya secara spontan dan cepat. Biasanya juga ketika Vertigo menyerang timbul gangguan keseimbangan pada tubuh, perut terasa mual dan mau muntah. Kuping atau telinga berdengung dan ada gangguan pada gerakan bola mata.

Penderita Vertigo disarankan untuk tidak melakukan berbagai gerakan kepala yang memancing terjadinya Vertigo. Bila Penyakit Vertigo datang menyerang jangan panik, tarik napas dari hidung dan hembuskan berlahan-lahan lewat mulut. Lakukan olah napas dengan tenang dan santai selama serangan Vertigo berlangsung. Usahakan pikiran fokus dan tubuh sedapat mungkin dibuat rileks, tenang jangan memancing emosi sendiri sampai Vertigo benar-benar redah.

Cara Mengatasi Penyakit Vertigo

Cara mengatasi Penyakit Vertigo bermacam-macam sesuai dengan gejala yang menjadi penyebab penyakit itu sendiri. Secara umum mengatasi Vertigo diantaranya rajin berolahraga. Melakukan olahraga ringan dipagi hari sangat dianjurkan salah satunya dengan cara menghirup udara segar pagi yang masih bersih. Tubuh menjadi lebih bugar terutama pada kepala sebagai pusat syaraf menjadi pres dan tidak tegang.

Penderita Vertigo juga harus menjaga alat keseimbangan yang terletak pada telinga yaitu rumah siput (koklea). Rumah Siput rusak dapat mengganggu keseimbangan tubuh sehingga bisa memicu terjadinya Vertigo. Jadi memelihara kesehatan telinga sangat penting untuk mengatasi serangan Vertigo yang datang secara tiba-tiba.

Menjaga berat badan tetap ideal (seimbang) merupakan langkah tepat untuk mencegah terjadinya Vertigo. Jika berat badan tidak terkendali akan menimbulkan obesitas. Tubuh menjadi gemuk menjadi sarang segala macam penyakit salah satunya Vertigo.

Bagi penderita Migrain dan Vertigo dianjurkan makan obat pusing untuk mengatasi Vertigo atau Migrain ini. Jika terjadi serangan Vertigo dan tidak bisa dikendalikan lagi segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Demikianlah sekilas tentang penyakit Vertigo dan Gejalanya. 'Mencegah lebih baik dari mengaobati', mungkin pepatah itu lebih tepat untuk menggambarkan cara mengatasi Vertigo.

Menjaga gaya hidup agar tetap sehat dan seimbang merupakan hal penting untuk mencegah terjadinya penyakit Vertigo. Mengendalikan stres akibat tekanan dalam kehidupan sehari-hari menjadi keharusan untuk menghadang laju datangnya serangan Vertigo. Jadi jalani hidup anda dengan santai (bukan berarti malas), tenang jauh dari stres maka Vertigo tidak akan menghampiri hidup anda.  

Kalau Mau Hiburan Tidak Perlu Pakai Narkoba

Kalau Mau Hiburan Tidak Perlu Pakai Narkoba - Demikian yang dikatakan Kabid Propam Polda Sumatera Selatan, melalui Kasubbid Provost, Kompol Sembiring, ditemui selesai melakukan razia di beberapa tempat hiburan, seperti Diskotek dan tempat Karaoke di Kota Palembang pada Minggu (13/12).

‘’Ini bersifat pencegahan. Meski datang ke tempat hiburan malam, tidak perlu menggunakan narkoba. Bisa mencari hiburan tanpa narkoba,” katanya.

Lebih lanjut Sembiring mengatakan, razia cipta kondisi ini akan kontinyu dilakukan menjelang berakhir tahun 2015. Dengan Razia Cipta Kondisi rutin dilakukan diharapkan peredaran dan penggunaan narkoba di tempat-tempat hiburan malam relatif lebih terkendali.

‘’Kita akan gelar rutin, hingga menjelang tahun baru nanti,” ujarnya.

Seperti diketahui razia hiburan malam dengan sandi Cipta Kondisi ini digelar jajaran Polda Sumatera Selatan ditengah guyuran hujan yang sangat lebat. Meski demikian tidak menyurutkan niat ‘pelayan masyarakat’ ini untuk menyambangi beberapa tempat hiburan malam di Kota Palembang.

Pengunjung Diskotek dan Tempat Karaoke mendadak menghentikan goyangannya manakala tim dari Bid Propam, Ditres Narkoba dan Biddokkes Polda Sumatera Selatan memasuki setiap ruangan yang ada. Pengunjung diwajibkan tes urine di tempat untuk memastikan mereka menggunakan atau tidak narkoba.

Beruntung Petugas dari Kepolisian tidak menemukan alias negatif pengguna narkoba yang di tes urine malam itu. Sehingga pengunjung kembali dapat melanjutkan aktivitas mereka yang sempat tentunda karena razia yang dilakukan jajaran Polda Sumsel tersebut.

Ditemukan Makhluk Tak Dikenal Mengeluarkan Cahaya Kebiru-Biruan Terdampar di Pantai Australia

Blue Dragon - foto: Dailymail

Detemukan Makhluk Tak Dikenal Mengeluarkan Cahaya Kebiru-Biruan Terdampar di Pantai Australia – Makhluk misterius ini mendadak muncul entah dari mana, tiba-tiba sudah terdampar di sebuah pantai di negara bagian Australia. Berwarna Biru Neon Mahluk tak dikenal ini nampak sangat kontras sekali dengan keadaan disekitarnya.

Makhluk menyerupai alien ini diabadikan oleh warga sekitar tengah menggeliat di pasir dan menggerakkan kepalanya di Pantai Broadbeach, Queensland, oleh Lucinda Fry, seperti dilaporkan Gold Coast Bulletin, yang dikutip Dailymail, dan Okezone Minggu, 15 November.

Hewan ini sebetulnya diketahui bernama Blue Dragon (Naga Biru), makhluk laut langka yang sering memangsa ubur-ubur botol biru, dan dengan penampilan mencolok mirip alien, dipersenjatai dengan sengatan beracun.

Pakar invertebrata laut dari Universitas Griffith, Kylie Pitt mengatakan makhluk itu sebenarnya siput laut, yang disebut Glaucus atlanticus.

"Saya tidak akan merekomendasikan siapa pun mengambilnya karena hewan ini memiliki sengatan yang menyakitkan," katanya kepada Gold Coast Bulletin.

Pemakan ubur-ubur botol biru ini terseret ke pantai Gold Coast oleh angin timur, siput laut 'aneh' ini melayang terbalik, menggunakan tegangan permukaan air untuk bergerak.

Walaupun mengkonsumsi ubur-ubur penyengat, makhluk ini tidak terganggu karena sel penyengat yang termakan akan disimpan di luar tubuh naga biru ini.

Hewan laut ini dilaporkan ditemukan di sepanjang pantai timur Australia, dan di seluruh dunia di perairan beriklim sedang dan tropis.

Meskipun sulit untuk melihat ukuran naga biru dari video, makhluk ini biasanya tumbuh dengan panjang sekira tiga hingga empat sentimeter.


Heboh, Bocah Belasan Tahun Temukan Harta Karun Di Lahan Gambut

Emas kuno diduga harta karun yang ditemukan warga (insert). Warga 
beramai-ramai mencari perhiasan emas di lokasi penemuan harta karun.

Heboh, Bocah Belasan Tahun Temukan Harta Karun Di Lahan Gambut - Masyarakat di Sekitaran Desa Sungai Jeruju, Kecamatan Cengal jadi heboh. Pasalnya seorang bocah berhasil menemukan harta karun, berupa emas murni di areal lahan gambut. 

Berita penemuan harta karun yang jarang terjadi itu, berlahan namun pasti telah menyebar dari mulut ke mulut dikalangan warga desa sekitar. Masyarakat tidak hanya dari desa setempat, akan tetapi dari desa lainnya mulai berdatangan untuk melakukan pencarian di lokasi penemuan emas.

Informasinya, awal penemuan harta karun berupa perhiasan dari emas murni oleh bocah belasan tahun di areal lahan gambut, saat menemani bapaknya melakukan penanaman padi sonor di wilayah perbatasan antara Desa Sungai Jeruju, dengan Desa Kuala Sungai Jeruju.

Perhiasan dari emas murni berhamburan tersebut, tertanam di dalam gambut sedalam 10-20 cm. Melihat dari motif dan bentuk seperti anting-anting, gelang dan cincin tersebut, itu merupakan peninggalan masa peradaban zaman kerajaan kuno, atau sebelum Indonesia merdeka. 

Hal ini diperkuat dengan ditemukannya juga puluhan Kendi atau wadah untuk menampung air atau sejenisnya yang terbuat dari tanah liat berbentuk Guci. Kendi ini biasa digunakan untuk menyimpan air minum di zaman kehidupan nenek moyang bangsa Indonesia terdahulu.


Masyarakat setempat menduga di lahan gambut seluas 100 hektar milik warga bernama Jumbul (35) tersebut, dahulu berdiri  sebuah pemukiman masyarakat atau sejenisnya. Dimana warga juga menemukan sisa-sisa ratusan tiang-tiang kayu yang menancap ke tanah sejauh 3,5 kilometer membentuk persegi empat, yang diduga sebagai tiang penyangga atau dinding bangunan ataupun sejenisnya.

Selain itu, di lokasi yang sama juga terdapat kayu berbentuk Lesung (perahu zaman dulu,red) dengan panjang 3,5 meter dan lebar 50 cm. Dimana di bagian tengahnya membentuk lekukan karena dikeruk, sehingga seperti perahu yang biasa digunakan sebagai alat transportasi air pada masa itu lengkap dengan dayungnya sepanjang 1 meter. Informasi penemuan sisa-sisa peninggalan zaman kerajaan kuno di Sungai Jeruju ini dengan cepat menyebar dari mulut ke mulut.

Bahkan, setiap harinya hampir 500-an warga desa tetangga berbondong-bondong mendatangi lokasi penemuan harta karun tersebut. Ada yang sekadar melihat-lihat, bahkan hingga mencari dengan cara menggali. Namun, bagi mereka yang bernasib baik akan menemukan perhiasan-perhiasan tersebut, tetapi tidak sedikit warga yang pulang dengan tangan hampa.

Bahkan, lokasi penemuan yang sulit dijangkau juga tidak menjadi penghalang bagi warga untuk mengetahui peristiwa yang cukup langka tersebut. 
Nah Loh, Mobil Travel Dilarikan Penumpangnya Sendiri

Nah Loh, Mobil Travel Dilarikan Penumpangnya Sendiri


Nah Loh, Mobil Travel Dilarikan Penumpangnya Sendiri - Sebuah Mobil Suzuki APV nomor polisi  B 1869 warna merah hati dikemudikan Wilson Sitorus (56), dilarikan penumpangnya sendiri. Peristiwa Itu terjadi, setelah korban tiba di Kota Palembang.

Kejadian yang menimpa warga Kampung Muara Bahari, RT 1 RW 5, Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara ini, tertuang pada laporan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolsek Sukarami Palembang, Rabu (9/12) sekitar pukul 13.00 WIB.

Menurut keterangan korban Wilson Sitorus, travel, dirinya disuruh pemilik mobil bernama Nababan untuk mengantarkan penumpang dari Terminal Tanjung Priok, Jakarta Utara ke Kota Lampung.

“Mobil ini punya Nababan, sedangkan saya hanya sopirnya saja karena ada yang menyewa. Mobil yang saya bawa ini disewa oleh Siregar, mereka itu berempat katanya mau ke Lampung untuk menjemput keluarga,” ujarnya.

Sitorus menambahkan, dengan diupah Rp 200 ribu perhari, dia menyetujui hingga berangkat dari Tanjung Priok, Jumat (4/12), sekitar pukul 18.00 WIB. Keesokan harinya tiba di Lampung. Selanjutnya pelaku mengajak korban ke arah Kota Palembang.

“Katanya mau nemui temannya jadi yang nyopir Siregar itu,” katanya. Di Palembang, sambungnya, korban dan para pelaku akhirnya berhenti di sebuah rumah makan Padang di bilangan Jalan Baypas, Terminal Alang-alang Lebar (AAL) Palembang, sekitar pukul 12.00 WIB. 

Pada saat itu, ia juga sempat makan bersama para penumpang. Tiba-tiba saja para penumpang pergi menuju arah mobil secara bersamaan. 

Merasa curiga melihat itu lanjut Sitorus, dirinya pun langsung mengejar. Meskipun sudah berusaha, sialnya mobil tersebut berhasil dibawa kabur para penumpangnya sehingga korban langsung melaporkan ke pihak kepolisian terdekat.

Kapolsekta Sukarami, Kompol Nurhadiansyah, saat dikonfirmasi membenarkan sudah menerima laporan pencurian mobil tersebut, namun pihaknya saat ini masih akan melakukan penyelidikan, sebelum melakukan pengejaran dan penagkapan para pelaku.

”Kita sudah menerima laporannya, dan saat ini anggota sudah kita sebar guna melacak keberadaan mobil itu,” pungkas Nurhadiansyah.

Pembangunan Mega Proyek PLTU Sumsel 8 Bangko Tengah Minim Tenaga Kerja Lokal

Pembangunan Mega Proyek PLTU Sumsel 8 Bangko Tengah Minim Tenaga Kerja Lokal - Pembangunan Mega Proyek PLTU Sumsel 8 Bangko Tengah yang berkapasitas 2 x 620 MW minim tenaga kerja lokal. Investor pengelola yaitu perusahaan konsorsium PT Huadian Bukit Asam Power (PT PHBAP). Pengerjaan proyek yang berlokasi di Desa Tanjung Lalang, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim itu sudah dimulai pengerjaannya.

Namun tenaga kerja asing dari Negara China selaku investor memiliki saham mayoritas mulai banyak terlihat bekerja di perusahaan tersebut. 

Atas kondisi ini, DPRD Muara Enim mulai angkat bicara, meminta manajemen PT PHBAP agar mempekerjakan warga disekitar sebagai tenaga kerja lokal.

Wakil rakyat yang mulai angkat bicara itu, Faizal Anwar SE (Ketua Fraksi PAN DPRD Muara Enim. ‘‘Sejak dini, harus kita ingatkan. Jika memang benar isu banyak tenaga kerja asing disana, masyarakat harus memberikan informasi ke dewan sehingga dapat diperjuangkan bersama,” tegas Faisal beberapa waktu lalu.

Menurutnya, walaupun investornya dari China bukan berarti pekerjanya harus didatangkan dari China. Tetapi harus memprioritaskan masyarakat lokal Kabupaten Muara Enim.

Untuk itu, kata Paisal, Fraksi PAN mulai saat ini mengingatkan kepada PTBA selaku BUMN yang mengudang investor tersebut, supaya tegas menolak kehadiran tenaga kerja asing. 

Utamanya pekerjaan yang bisa dikerjakan masyarakat lokal. Dia juga mengingatkan, agar investor dari China selaku pemegang saham mayoritas tak mendatangkan tenaga kerja dari negara terhadap pekerjaan yang bisa dilakukan tenaga kerja lokal.

Dia juga mengimbau bupati untuk tegas dan meminta komitmen investor dan komitmen PTBA untuk memprioritaskan masyarakat lokal dipekerjakan dalam pembangunan PLTU Mulut tambang 2 x 620 MW, dengan nilai investasi mencapai 1,59 miliar dollar tersebut.

Menurut Paisal, hal tersebut penting diingatkan sejak sekarang karena pembangunan tersebut segera dimulai. Kalau pekerja dari China itu sudah datang, tentunya  menjadi persoalan yang merugikan masyarakat lokal. 

Mau Bibit Gratis Datang ke Dishutbun


Mau Bibit Gratis Datang ke Dishutbun - Bibit gratis ini diperuntukan bagi masyarakat Banyuasin karena Memasuki musim penghujan yang diperkirakan hujan deras mengguyur lahan pertanian, baik sekali untuk menanam tanaman penghijauan dan buahan. Untuk itu Dinas Kehutanan dan Perkebunan Banyuasin (Dishutbun), telah menyiapkan ribuan bibit buah dan pohon penghijauan.

Kepala Dishutbun Banyuasin, Suhada Aziz melalui Kasi Perlindungan Hutan Gustiar mengatakan, ada sekitar 17 ribu bibit tanaman penghijauan atau buah-buahan yang akan dibagikan ke seluruh kecamatan di Banyuasin.

Diantaranya, bibit durian, rambutan, mangga, cempak lanang, garu, jelutung dan sejumlah jenis bibit pohon lainnya. “Untuk tahun ini, kami telah menyiapkan sekitar 17 ribu bibit, akan disebar untuk masyarakat dan sarana penghijauan,’’ ujarnya.

Lokasi yang disebar seperti lahan kritis, pekarangan rumah, sekolah, jalan dan tempat yang butuh penghijauan di luar kawasan hutan.

Dia melanjutkan, siapa saja boleh mengambil bibit tersebut, asalkan akan ditanam di wilayah Banyuasin dan stok masih tersedia. “Silakan ajukan proposal ke Dishutbun, butuhnya pohon apa dan berapa banyak, nanti ada tim yang mengkajinya. Bibit pohon yang dibagikan, tentunya disesuaikan kondisi tanah di masing-masing kecamatan,” ujarnya.

Pengadaan bibit tersebut, setidaknya merogoh kocek APBD Banyuasin sekitar Rp 180 juta, ditambah dana alokasi khusus dari Pusat sebanyak sekitar Rp 60 juta.

“Kita berharap bibit yang ditanam dapat menambah hijau wilayah Banyuasin. Apalagi sekarang musim penghujan, persentase bibit hidup cukup tinggi,” ungkapnya.

Dia menambahkan, program penanaman pohon sangat banyak manfaatnya. Selain membuat kawasan hijau, juga menjadi pencegah terjadinya bencana alam seperti longsor banjir. “Manfaatnya tidak hanya dirasakan warga Banyuasin, tapi kita juga berperan menjaga menjaga lapisan ozon yang semakin menipis,” pungkasnya.

Siapapun Dia, TKI Wajib Dilindungi

Siapapun Dia, TKI Wajib Dilindungi Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), paham betul bahwa tenaga kerja Indonesia yang mengadu nasib di negeri orang memberikan kontribusi nyata bagi negara, keluarga dan lingkungannya. Karena itu, siapapun dia, TKI wajib dilindungi.

“Mereka harus dilindungi. TKI telah memberikan kontribusi nyata untuk Negara, keluarganya dan juga lingkungannya,” kata Anggota Komisi IX DPR Siti Mufatthah, Minggu (6/12). Beberapa waktu lalu, ikut mensosialisasikan pencegahan TKI non prosedural di Tasikmalaya, Jawa Barat. Kata dia, bekerja  ke luar negeri ada nilai positif dan negatifnya.

Maka, jika ingin kerja di luar negeri harus mempersiapkan diri. Yang terpenting, kata dia, adalah melalui prosedur yang benar. “Kalau ingin lewat agen, pakai agen yang resmi. Bagaimana caranya? Tanyakan ke Dinas Tenaga Kerja setempat. Agar tidak mendapatkan masalah,” jelasnya.

Dia juga menyarankan, lebih baik menjadi TKI di sektor formal. Misalnya menjadi tenaga  perawat yang masih sangat dibutuhkan di Jepang. “Jangan bekerja pada sektor informal atau domestik workers. Saat ini, pekerjaan rumah tangga ke negara timur tengah sudah disetop oleh pemerintah,” ungkapnya.

Lantas bagaimana pola penempatan TKI yang sebenarnya? Menurutnya, hal itu sudah diatur dalam UU  Nomor 39 Tahun 2004 yang saat ini sedang direvisi untuk diperkuat unsur perlindungannya. “Undang undang ini dibuat pada tahun 2004 tetapi banyak masalah, karena pada saat membuat undangan undangan dahulu sangat terburu-buru sehingga tidak maksimal,” terangnya.

Sementara itu Kepala Biro Keuangan dan Umum BNP2TKI Hasan Abdullah mengatakan pihaknya merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang bertanggung jawab langsung kepada presiden dalam kebijakan penempatan dan perlindungan TKI.

Nah, tugas dari BNP2TKI antara lain adalah memberikan informasi kepada masyarakat. Kata dia, bekerja ke luar negeri harus siap mental untuk menghadapi kemungkinan resiko yang ada. Selain itu harus siap fisik, yaitu lolos dari medis kesehatan.

Siap dokumen dengan surat izin keluarga, keabsahan dokumen KTP dan lainnya. Sehingga akan tehindar dari pemalsuan. “Yang terakhir adalah siap kompetensi, siap mempunyai keahlian. Misalnya siap menguasai bahasa. Tentu semua kesiapan  ini adalah menjadi dasar bagi TKI,” paparnya. 


Banyak Peluang Pekerjaan Sektor Formal di Abu Dhabi

Sementara itu, Pemerintah akan akan mengubah penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Abu Dhabi dari sektor informal menjadi formal. Untuk menyukseskan program tersebut, pemerintah menggelar Workshop Indonesia Incorporated in Abu Dhabi. Tujuannya agar masyarakat dan calon TKI memperoleh berbagai informasi yang menunjang perubahan penempatan itu.

Dalam workshop yang berlangsung Kamis (3/12) di Jakarta, selain pejabat BNP2TKI, juga turut serta beberapa narasumber yang tergabung dalam Jaringan Diaspora Indonesia (IDN) di Abu Dhabi. Pertemuan ini merupakan lanjutan dari pertemuan serupa di Bandung.

Deputi Penempatan Badan Nasional Penempatan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Agusdin Subiantoro mengatakan, sejauh ini akses masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang peluang kerja ‘high level’ di Abu Dhabi masih kurang.

“Padahal di Indonesia, banyak tersedia tenaga kerja profesional  yang mampu  bekerja di negara Teluk Persia itu,” kata Agusdin. Saat ini, kata dia, peluang kerja bagi TKI profesional di Abu Dhabi baru terisi 10 persen, sedangkan India sudah mencapai 50 persen. “Kita harus bisa mengalahkan India,” tegasnya.

Sementara itu, Atase Tenaga Kerja Indonesia di Abu Dhabi, Janussusilo menyarankan peluang kerja level tinggi di Abu Dhabi harus segera ditangkap. Karena citra TKI formal sangat baik. “Mereka sopan, ramah dan kemampuan kerjanya bagus,” katanya. Menurut dia, penempatan peluang kerja level tinggi tersebut menggunakan skema penempatan perusahaan ke perusahaan.

Kamp Penambang Emas Karang Suluh Tertimbun Longsor


NAPAL PUTIH - Kamp Penambang Emas Karang Suluh Tertimbun Longsor. Bencana terjadi Di Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih, Kabupaten Bengkulu Utara, Rabu (2/12) sekitar pukul 20.00 WIB.

Sebanyak 15 penambang tertimbun longsor dan 3 diantaranya balita. Sampai berita ini diturunkan, baru tiga warga ditemukan. Dua orang meninggal sementara satu orang selamat. Korban selamat adalah Irzal dan yang meninggal Yan dan Munggi. Tiga orang ini merupakan warga Muara Aman, Kabupaten Lebong.

Menurut informasi longsor terjadi saat hujan deras mengguyur kamp pemukiman warga yang lokasinya berada ditengah tebing. Keesokan harinya beberapa warga dari Desa Lebong Tandai baru bisa datang untuk mengevakuasi para korban. Dari Lebong Tandai menuju Karang Suluh ditempuh 3 jam berjalan kaki.

Kades Lebong Tandai, Muntaalimun, saat ini kondisi sangat memprihatinkan, medan yang berat dan rel kereta molek yang putus sebelum menuju desa Lebong Tandai membuat banyak petugas dari Polres, Basarnas dan TNI tertahan di Kantor Camat Napal Putih.

Pencarian korban sekaligus evakuasi akan dilanjutkan keesokan harinya lagi, saat ini tidak memungkinkan melakukan evakuasi, hujan deras dan hari sudah mulai gelap serta peralatan seadannya.

Kabag Ops, Kompol Bayu Catur Prabowo mengatakan sejauh ini dari data yang berhasil dihimpun anggota yang berada dilapangan menyebutkan, 18 orang warga yang tertimbun ini merupakan warga pendatang dari Muara Aman. Mereka menetap di Karang Suluh untuk mencari emas dan perak. Baik Polres, Kodim dan Basarnas saat ini sedang mempersiapkan perbekalan untuk menuju lokasi longsor.

15 Korban Longsor Belum Ditemukan

Sementara itu, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwno Nugroho mengatakan, hingga saat ini 15 orang korban longsor di Bengkulu Utara belum ditemukan. Longsor itu terjadi pada Kamis (2/12) pukul 01:45 WIB di Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih. “Baru dua orang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Sutopo melalui siaran pers yang diterima JPNN, Minggu (6/12).

Korban yang meninggal adalah Mudek (40) dan Marlian. Sedangkan, korban luka berat, Irzal (20) dirawat di Puskesmas Napal Putih. Untuk pencarian korban BN?PB telah mengirimkan bantuan helikopter Bell 412 sejak Sabtu pagi. Helikopter itu untuk membantu evakuasi dan pengiriman logistik.

BNPB juga memberikan bantuan dana siap pakai untuk penanganan darurat Rp. 100 juta. “Tim gabungan telah tiba di lokasi dengan jumlah 80 Personel terdiri dari BPBD, TNI, Polri, SKPD, Tagana, Basarnas, dan relawan,” imbuh Sutopo.

Berikut identitas 15 orang yang masih dalam pencarian: 

Desa Lebong Tambang:

1. Syamsul Komarudin/L/50 thn

2. Alif/L/1 thn

3. Fadila/P/20 thn

4. Anton Hanafi/L/23 thn

5. Alfin/L/20 thn


Desa Kampung Jawa:

6. Joni/L/40 thn

7. Mameng/L/45 thn

• Desa Tunggang :

8. Karmedi/L/20 thn

9. Erma/P/28 thn

10. Ara/P/2.5 thn


 Desa Ladang Palembang:

11. Felsi/P/4 thn

12. Yen/P/28thn

13. Ade/L/20 thn

14. Safari/L/ 30 thn


Desa Lokasari:

15. Tias/L/ 35 thn

Meski Musim Hujan Sawah Masih Kering

Meski Musim Hujan Sawah Masih Kering.
Meski Musim Hujan Sawah Masih Kering - Kendati hujan deras mengguyur areal persawahan, namun sebaliknya kekeringanlah yang terjadi. Hal ini menimpah petani di sejumlah desa di Kecamatan Semende Darat Ulu (SDU) Muara Enim. Mereka mengeluh meski musim hujan, namun mereka belum bisa menggarap sawah lantaran masih kekeringan sebagai dampak kemarau panjang.

Kondisi tanah di sawah masih reak-retak. Akibatnya, petani belum bisa mengolah sawah. Padahal saat ini, seharusnya petani mulai menggarap sawah untuk menyiapkan lahan menanam padi.

Arifin, warga Semende mengaku, saat ini kondisi air irigasi sudah mulai normal hanya bisa untuk mandi cuci. Sedangkan, untuk membajak sawah harus menunggu lagi. Soalnya, airnya belum bisa menggenangi petak sawah.

Senada diutarakan Badrun (37), petani setempat, bahwa sawahnya memang jauh dari sumber air dibiarkan menjadi semak. Kondisi air belum bisa tergenang seperti di sawah tetangganya yang mengalami kekeringan.

Menurutnya, jika sudah tak bisa digarap untuk ditanami padi. Tak menutup kemungkinan akan memanfaatkan lahan sawah untuk menanam sayur. 

Ditanya kenapa tidak ditanami sayuran sejak sekarang?. Dijawabnya, jika sawah ditanami sayur semua, masyarakat akan kekurangan beras. Jika beras di Semende tidak produksi, tentunya harga beras pasti mahal karena harus mendatangkan beras dari luar Semende.

Nelayan Penuguan Tangkap Buaya Berbobot 1 Ton, Panjang 6 Meter

Nelayan Penuguan Tangkap Buaya Berbobot 1 Ton, Panjang 6 Meter
PANGKALAN BALAI - Nelayan Penuguan Tangkap Buaya Berbobot 1 Ton. Buaya jantan diduga berjenis katak ini, sebelumnya telah memangsa warga Desa Sedang, Kecamatan Suak Tapeh, Kabupaten Banyuasin.

Buaya penunggu Sungai Batang Hari Desa Sedang yang ditangkap itu, panjangnya sekitar 6 meter, dengan bobot 1 ton lebih. Keberasilan para nelayan dalam penangkapan buaya katak, disambut antusias warga Desa Sedang, yang ingin melihat langsung buaya pemangsa manusia ini.

Sukri (35), seorang nelayan warga Desa Penuguan, Kecamatan Pulau Rimau, Banyuasin mengaku, buaya buas tersebut berhasilkan ditaklukkan pria asal pemulutan Ogan Ilir ini, di aliran Sungai Batang Hari, lokasi PT SAL, Desa Sedang Kecamatan Betung, Banyuasin, Kamis (3/12), pukul 21.00 WIB.

Menurut informasi, proses tertangkapnya buaya muara itu, bermula dari Sukri yang setiap malam mencari ikan, menangkap buaya itu menggunakan alat berbentuk jaring, di areal perkebunan PT SAL. Saat pertama kali jaring diangkat, bukan ikan didapat, namun ular piton dengan panjang sekitar dua meter.
Setelah itu, Sukri bermaksud kembali membentangkan jaring, namun seekor buaya melintas di dekat perahu miliknya.

Oleh Sukri ular piton tadi dijadikan umpan pancing, untuk memancing buaya muara tersebut memakannya. Hanya berselang beberapa jam, pancing umpan ular tadi disambar buaya. Ternyata buaya panjang 6 meter berhasil dipancingnya.

Melihat itu, Sukri langsung menyelimuti badan buaya muara tersebut menggunakan jaring ikan, sehingga membuat buaya tidak bisa bergerak lagi. Dengan dibantu dua nelayan lainnya yakni Hanafi dan Rudi, buaya tersebut bisa diangkat ke pinggir sungai, dan diangkat ke rumah Kades Sedang bernama Bakri. Tertangkapnya buaya muara tersebut cepat menyebar, dan sontak menjadi tontonan warga. Tidak hanya warga Desa Sedang, tapi juga warga dari desa lain.

Kades Sedang H Bakri SKep membenarkan adanya penangkapan buaya muara tersebut. “Buaya muara tersebut berhasil ditangkap Sukri, warga Desa Penuguan, Pulau Rimau, Banyuasin. Buaya itu panjangnya 6 meter, dan lebar perut 1,20 cm, berbobot 1 ton,” kata Bakri.

Bakri menambahkan kalau penangkapan buaya tersebut sudah dilaporkan ke Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel. “Sore ini (kemarin), petugas BKSDA akan datang dan mengambil buaya muara tersebut,” pungkasnya. 

BERITA UPDATE

S I T E M A P

TERPOPULER