Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Daerah. Tampilkan semua postingan

Lelah Jalan Desa Hancur, Sekolah Jauh, Malam Begal Mengintai

Inilah kondisi jalan Desa Pangkalan Benteng yang berlumpur bak kubangan Kerbau yang butuh perbaikan.

Lelah Jalan Desa Hancur, Sekolah Jauh, Malam Begal Mengintai - Sudah bertahun-tahun jalan menuju Desa Pangkalan Benteng, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, Sumsel ini tidak tersentuh pembangunan. Kondisi jalan tanah merah, jadi kubangan lumpur saat musim penghujan dan berubah menjadi padang pasir saat kering.

Sewajarnya jalan desa di cor beton, agar warga merasakan sentuhan pembangunan yang terus digalakkan selama ini. 

Yusna, warga setempat yang melintas mengatakan, mereka kelelahan jika harus melintasi jalan desa yang panjangnya puluhan kilometer, menghubungkan Desa Pangkalan Benteng dengan sejumlah desa dan Jalan Palembang-Betung.

“Sudah bertahun-tahun seperti ini terus. Tolonglah perhatikan disini. Apa susahnya menimbun jalan dengan batu koral, atau kalau perlu dicor beton,’’ ujarnya.

Yusna juga iba dengan anak sekolah yang lewat setiap hari. “Sekolahnya jauh, jalannya hancur. Bagaimana nggak terlambat, jalan begini juga memicu kejahatan, kalau malam sedikit begal sudah mengintai,” gerutunya.

Baca:

Perpres Maret, April Pak Buwas Setara Menteri

Sedagkan Ria (13) siswi SMP di Talang Kelapa mengatakan, desanya Pangkalan Benteng cukup jauh dari sekolah sekitar 5 Km.

“Kami penginlah jalan ini bagus mulus kayak di jalan lintas. Kalau tidak ya dikeraskan. Jangan becek, berangkat dari sekolah bersih, pas di jalan kotor berlumpur semua,” ujarnya.

Mau Minum Kopi Susu, Silakan Buka Keran Bisa Langsung Diminum


Mau Minum Kopi Susu, Silakan Buka Keran Bisa Langsung Diminum - Distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau, terus dikeluhkan warga. Jika selama kemarau distribusi air tersendat-sendat. Memasuki musim hujan, kualitas air tak layak.

Keluhan tersebut bukan datang dari pelanggan umum, tetapi juga sejumlah instansi baik pemerintah maupun swasta.

Bahkan distribusi air yang keruh menjadi bahan kelakar betok (gurauan) salah satu instansi pemerintah di Lubuklinggau.

Hal itu diungkap PNS yang enggan namanya disebutkan. “ Ya, dikantor kami heboh, tadi teman-teman ngomong siapa mau minum kopi susu. Silakan buka keran, bisa langsung diminum,” ujarnya.

Senada dikatakan Darma, warga Jalan Ceremeh Taba, Lubuklinggau Timur. Menurutnya, air yang didistribusikan PDAM bukan saja keruh, juga berlumpur.

Akibatnya, air tak bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari. “Jangankan untuk masak, untuk Mandi Cuci Kakus (MCK) tak layak, kalau sekedar keruh enak, ini belumpur,” ujar Darma.

Dengan kondisi air jika digunakan untuk mandi tubuh menjadi gatal-gatal. Sedangkan digunakan untuk mencuci, pakaian malah kotor terutama berwarna putih. “Beruntung kami sekarang sudah membuat sumur. Jadi air PDAM hanya untuk cadangan saja, tetapi warga lain kasihan juga,” jelas Darma.

Sebelumnya, Walikota Lubuklinggau menjelaskan, kualitas dan kelancaran air bersih PDAM, disebabkan pipa sudah tua. Rencananya, akan dilakukan peremajaan pipa yang usianya diatas 30 tahun.

Lubang Ditengah Jalan Bahayakan Pengendara

Keberadaan Lubang ini sudah cukup lama dibiarkan seperti ini dan tak ada perhatian pihak terkait.

Lubang Ditengah Jalan Bahayakan Pengendara - Kondisi Jalan utama di Dusun III Desa Teluk Kijing III Kecamatan Lais, terlihat parah. Bagaimana tidak jalan yang menjadi urat nadi warga Dusun III Teluk Kijing, Kecamatan Lais Kabupaten Muba, Sumatera Selatan ini menjadi ancaman bagi pengendara. Hal Itu disebabkan, ada lubang ditengah jalan yang cukup dalam.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Minggu (3/1), kondisi lubang ditengah jalan kian membahayakan. Apalagi diameter lubang bertambah lebar dan itu bisa membahayakan bagi pengendara yang melintas.

Apalagi kondisi malam hari yang membuat lubang itu tak terlihat. Tambah lagi, minimnya penerangan jalan. Tak jarang, motor terjebak dalam lubang dan terbalik.

“Lubang ini berada ditengah gorong-gorong yang disebabab corannya pecah dan rusak akibat dilintasi kendaraan roda bertonase berat,” ujarnya Mahok (40), warga setempat.

Terpisah, Kades Teluk Kijing III, Yupanser Ahmad membenarkan, kondisi lubang tersebut membahayakan pengendara. Bahkan keberadaannya sudah cukup lama dibiarkan seperti ini dan tak ada perhatian pihak terkait.

“Kita harapkan kedepan segera ditindak lanjuti. Sebab kondisi lubang menjadi ancaman keselamatan warga,” pungkasnya.

Jalan Poros Desa Payabesar Dibiarkan Rusak

Jalan Poros Desa Payabesar berlubang dan becek. Kerusakan ini
terkesan dibiar begitu saja selama bertahun-tahun.

Jalan Poros Desa Payabesar Dibiarkan Rusak - Jalan poros Kabupaten di Desa Payabesar Kecamatan Payaraman Kabupaten Ogan Ilir (OI), terkesan dibiarkan rusak.

Sebab, jalan poros yang dibangun sejak tujuh tahun silam, menghubungkan antar kota Prabumulih dan Kabupaten Muara Enim, sampai saat ini belum diperbaiki pihak terkait.   

Akibat kerusakan jalan yang mencapai panjang 300 meter dengan lebar  5 meter tersebut, menyebabkan warga kesulitan membawa hasil perkebunan seperti karet dan sawit.

Banyaknya genangan air di sekeliling jalan poros itu, dapat membahayakan pengendara yang melintas baik  roda dua maupun roda empat.

Alisamsir (30), warga sekitar menuturkan, jika jalan Payabesar Kecamatan Payaraman Kabupaten OI tersebut, sejak lebih 5 tahun lalu telah mengalami kerusakan dengan dipenuhi lubang dan kondisi jalan yang bergelombang.

Kerusakan jalan itu, lebih disebabkan seringnya kendaraan roda empat mengangkut hasil perkebunan melalui jalan poros tersebut. “Pada 2010 lalu, pernah diperbaiki oleh PT Jafa, dengan cara ditimbun batu. Namun, tak bertahan lama. Jalan poros tersebut, kembali rusak hingga saat ini,” ujarnya.

DIa berharap, Bupati terpilih  untuk lebih memberikan perhatian terhadap kerusakan jalan poros Kabupaten yang dapat menghubungkan Kota Prabumulih dengan Kabupaten Muara Enim itu.

Karena, lanjutnya, masyarakat sekitar sangat mengeluhkan kondisi jalan Payabesar Payaraman yang bertahun-tahun terkesan dibiarkan rusak tanpa ada upaya untuk perbaikan.

Berdasarkan laporan warga di lokasi, pengendara yang melintas harus ekstra hati-hati. Lantaran banyaknya lubang genangan air dengan kondisi jalan yang bergelombang.

Menanggapi ini, Kadis PU Bina Marga Pemkab OI, Ir H Muhsin Abdullah mengungkapkan,  tahun mendatang perbaikan jalan kabupaten akan dilakukan secara bertahap dan  mengharapkan kepada warga untuk bersabar.

BERITA UPDATE

S I T E M A P

TERPOPULER